Kamis, 03 Januari 2013

2013, Juwiring dan Wonosari Terancam Rawan Pangan

KLATEN – Kecamatan Juwiring dan Wonosari, Klaten pada 2013 terancam rawan pangan menyusul ledakan serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi para petani. Akibatnya sejumlah desa di dua kecamatan itu besar kemungkinan mengalami gagal panen.
“Di Kecamatan Juwiring paling tidak ada tiga desa yang kemungkinan pada 2013 ini akan kena paceklik akibat gagal panen. Tiga desa itu Kwarasan, Bolopleret dan Tanjung dengan tingkat kerusakan 90 persen. Karena serangan hama tikus sudah demikian parah sehingga tanaman padi banyak yang rusak dan petani rugi ratusan juta rupiah,” ujar Pendamping Kelompok Tani Desa Kwarasan, Bolopleret dan Tanjung, Martono ketika ditemui wartawan di Kwarasan, Rabu (27/12/2012).
Dia menilai serangan hama tikus akhir-akhir mengakibatkan kerusakan tanaman padi di desanya seluas kira-kira 128 hektare dengan tingkat kerusakan luar biasa. Saat ini tikus mulai menyerang membabi buta tanpa pandang bulu.
Bahkan gabah untuk benih tanaman padi yang baru disemai di sawah sampai tanaman padi yang lima hari lagi siap dipanen disikat. Selain ancaman paceklik sudah di depan mata, kata dia, kondisi ini juga dinilai akan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan.
Jika terjadi rawan pangan,ujar  dia, petani akan banyak beralih profesi menjadi berbagai tenaga kerja seperti tukang batu, buruh serabutan, kuli gendong di pasar dan sebagainya.
“Sebenarnya setiap sepekan sekali kami selalu mengadakan geropyokan tikus. Hasil yang kami peroleh banyak, tetapi hama tikus yang datang juga banyak, seakan tidak berkurang. Kesimpulan saya saat ini baru terjadi ledakan hama tikus sehingga serangannya sangat luas dan merusak,” kata dia.
Terkait itu pihaknya mendesak pemerintah segera turun tangan mengantisipasi persoalan tersebut. Karena selama ini pemerintah dinilai hanya mendata keberhasilan panen di suatu daerah.
Dia mengungkapkan rawan pangan di daerahnya pernah terjadi di desanya yakni pada 2010. Ketika itu tanaman padi para petani rusak parah sehingga banyak yang tidak mendapat hasil panen karena serangan hama wereng.
Secara terpisah Kepala Desa Sidowarno, Rujito Suprayogo mengatakan kira-kira 65 hektare tanaman padi di desanya banyak yang hancur disikat hama tikus. Dia menilai geropyokan tikus yang dilakukan sejumlah petani setiap hari seakan tak membuahkan hasil.
Bahkan hama tikus seakan meledek para petani di sawah karena berani mengobrak-abrik tanaman padi pada siang hari.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar